Senin, 28 September 2020

Teknik Pengolahan Rotan

 1. Pemanenan rotan

Dilakukan saat musim kemarau untuk memudahkan pengeringan. Rotan yang dapat dipanen ditandai denga sebagian dau menguning dan mengering, kelopak daun bewarna coklat kehitaman da rontok, dan batag bewarna hija tua. Pemanenan dilakukan dengan memotong pangkal batang rotan dan selanjutnya ditarik dari rumpun atau batang pengait. Penarikan ini dapat menyebabkan batang rotan putus atau rusak terutama untuk rotan dengan diameter besar.

2. Penanganan setelah panen

Pemotongan pada bagian ujung rotan bertujuan untuk menghilangkan bagian yang muda karena bagian muda dapat merusak rotan dengan terserang jamur dan menurunkan mutu bahan. Bagian batang yang tua selanjutnya dibersihkan dari duri, kelopak dan kotoran.  

3. Penggorengan

Tujuannya untuk menurunkan kadar air agar rotan cepat kering dan tidak berjamur. Cara penggorengannya dengan mengikat potongan-potongan rotan menjadi sebuah bundelan, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang berisi campuran solar dengan minyak kelapa.

4. Penggosokan dan Pencucian

Rotan ditiriskan kurang-lebih 5 menit, kemudian digosok menggunakan sabut kelapa atau sarung goni yang dicampur dengan serbuk gergaji. Hal tersebut dilakukan agar sisa kotoran terutama getah yang menempel pada kulit rotan dapat dilepaskan sehingga kulit rotan dapat menjadi bersih dan mengkilap.

5. Pengeringan

Rotan dikeringkan dengan cara dijemur pada panas matahari dengan kadar air berkisar 15%-19%. Pengeringan secara alami menghabiskan waktu sekitar 22 hari sampai 65 hari.

 

6. Pengupasan dan Pemolisan

Umumnya dilakukan pada rotan yang berukuran besar dengan keadaan kering. Untuk menghilangkan kulit tersebut sehingga diameter dan warnanya menjadi seragam dan merata.

7. Pengasapan

Tujuannya agar rotan berwarna kuning merata dan mengkilap. Pengasapan ini dilakukan pada rotan yang masih berwarna alami dan dilakukan dalam waktu sekitar 12 jam.

8. Pengawetan

Merupakan perlakuan kimia atau fisika terhadap rotan yang bertujuan untuk meningkatkan masa pakai rotan. Selain berfungsi untuk mencegah kerusakan pada rotan, pengawetan juga berfungsi untuk memperpanjang umur pakai rotan.

9. Pembengkokan atau Pelengkungan

Dilakukan pada rotan yang berdiameter besar sesuai dengan penggunaannya. Hal ini dilakukan dengan cara melunakkan rotan dengan dengan uap air panas yang disebut steaming dengan tabung berbentuk silinder.

Kesimpulan

Sifat dasar rotan menjadi dasar dalam pengolahan dan jenis produk yang akan dihasilkan. Pengolahan rotan mulai dari setelah panen sampai menjadi produk barang jadi sangat diperlukan untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan. Produk rotan terdiri dari berbagai jenis kebutuhan sehari-hari seperti mebel dan kerajinan dengan nilai estetika yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar