1. Pemanenan rotan
Dilakukan saat musim
kemarau untuk memudahkan pengeringan. Rotan yang dapat dipanen ditandai denga
sebagian dau menguning dan mengering, kelopak daun bewarna coklat kehitaman da
rontok, dan batag bewarna hija tua. Pemanenan dilakukan dengan memotong pangkal
batang rotan dan selanjutnya ditarik dari rumpun atau batang pengait. Penarikan
ini dapat menyebabkan batang rotan putus atau rusak terutama untuk rotan dengan
diameter besar.
2. Penanganan setelah
panen
Pemotongan pada bagian
ujung rotan bertujuan untuk menghilangkan bagian yang muda karena bagian muda
dapat merusak rotan dengan terserang jamur dan menurunkan mutu bahan. Bagian
batang yang tua selanjutnya dibersihkan dari duri, kelopak dan kotoran.
3. Penggorengan
Tujuannya untuk
menurunkan kadar air agar rotan cepat kering dan tidak berjamur. Cara
penggorengannya dengan mengikat potongan-potongan rotan menjadi sebuah
bundelan, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang berisi campuran solar dengan
minyak kelapa.
4. Penggosokan dan
Pencucian
Rotan ditiriskan
kurang-lebih 5 menit, kemudian digosok menggunakan sabut kelapa atau sarung
goni yang dicampur dengan serbuk gergaji. Hal tersebut dilakukan agar sisa
kotoran terutama getah yang menempel pada kulit rotan dapat dilepaskan sehingga
kulit rotan dapat menjadi bersih dan mengkilap.
5. Pengeringan
Rotan dikeringkan dengan
cara dijemur pada panas matahari dengan kadar air berkisar 15%-19%. Pengeringan
secara alami menghabiskan waktu sekitar 22 hari sampai 65 hari.
6. Pengupasan dan
Pemolisan
Umumnya dilakukan pada
rotan yang berukuran besar dengan keadaan kering. Untuk menghilangkan kulit
tersebut sehingga diameter dan warnanya menjadi seragam dan merata.
7. Pengasapan
Tujuannya agar rotan
berwarna kuning merata dan mengkilap. Pengasapan ini dilakukan pada rotan yang
masih berwarna alami dan dilakukan dalam waktu sekitar 12 jam.
8. Pengawetan
Merupakan perlakuan
kimia atau fisika terhadap rotan yang bertujuan untuk meningkatkan masa pakai
rotan. Selain berfungsi untuk mencegah kerusakan pada rotan, pengawetan juga
berfungsi untuk memperpanjang umur pakai rotan.
9. Pembengkokan atau
Pelengkungan
Dilakukan pada rotan
yang berdiameter besar sesuai dengan penggunaannya. Hal ini dilakukan dengan
cara melunakkan rotan dengan dengan uap air panas yang disebut steaming dengan
tabung berbentuk silinder.
Kesimpulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar