Minggu, 11 Oktober 2020

Alat dan Kegunaannya dalam Membuat Kerajinan dari Bahan Kayu, Bambu dan Rotan

A.    Alat untuk membuat kerajinan dari bahan kayu

Persiapan Peralatan :

1. Pahat sebagai peralatan pokok terdiri beberapa jenis yaitu:

(a) Pahat Kuku, pahat ini berjumlah sekitar 20 batang dengan berbagai  ukuran, pahat ini digunakan untuk memahat bagian-bagian yang melengkung.

(b) Pahat lurus (Pengancap) berjumlah sekitar 10 batang dengan berbagai ukuran, pahat ini digunakan untuk memahat bagian yang lurus.

(c) pahat Col/penatar berjumlah 4 batang, digunakan untuk meratakan bagian dasar ukiran yang mencorok kedalam yang tidak dapat dijangkau oleh pahat lurus.

(d) Pahat setengah lingkaran berjumlah 3 batang berbagai ukuran, digunakan untuk memahat bagian motif lengkung dan mencorok kedalam yang tidak dapat dijangkau oleh pahat kuku.

(e) Pahat miring 2 batang, digunakan untuk meraut dan memahat pada bagian-bagian sudut.

2. Cara Perawatan Pahat Ukir

Perawatan pahat ukir kayu meliputi :

-         Penggunaan yaitu pahat harus digunakan sesuai dengan fungsinya, misalnya pahat kuku harus digunakan untuk memahat bagian yang lengkung, cembung, cekung. Pahat lurus harus digunakan untuk memahat bagian yang lurus, demikian juga fungsi pahat yang lainnya. Penggunaan pahat yang tidak sesuai dengan fungsinya akan merusak mata pahat.

-         Cara Mengasah yaitu agar dalam mengasah mata pahat tidak berubah dan pahat menjadi lebih tajam, oleh karena itu masing-masing pahat ada cara tersendiri dalam mengasah, misalnya pahat kuku diasah pada sisi sudut batu asah, dan dimulai dari pahat yang paling kecil sampai pada pahat yang paling besar. Pahat lurus diasah pada permukaan batu asah yang datar dimulai dari pahat yang paling besar sampai pahat yang paling kecil.Pahat miring diasah pada permukaan batu asah yang datar menuju ke sudut, diputar-putar pada permukaan batu asah. Pahat segitiga diasah hanya pada bagian luar saja agar bentuk mata pahat tidak berubah. Pahat col diasah pada permukaan batu asah yang datar bergantian bagian bawah dan atas. Dan pahat cengkrong diasah dengan cara sama seperti pahat kuku.

-         Kebersihan Pahat. Sebelum dan sesudah pemakaian pahat harus dibersihkan dari kotoran dan debu agar pahat tidak mudah tumpul. Penyimpanan pahat harus dipisahkan berdasarkan jenisnya agar mata pahat tidak menyentuh pahat lain, dan untuk menjaga agar pahat tidak berkarat sesekali harus diminyaki dengan minyak kelapa atau minyak pelumas lainnya.

b. Peralatan Penunjang

(a) Palu kayu : kayu yang baik untuk bahan palu adalah kayu-kayu yang berat seperti kayu asam, kayu jambu, dan kayu cemara, diusahakan dari serat kayu terpilin agar tidak mudah pecah.batu asah.

(b) Sikat ijuk : digunakan untuk membersihkan ukiran dari kotoran bekas pahatan dan menghilangkan debu yang melekat pada ukiran.

(c) Alat-alat gambar : digunakan untuk membuat desain baik desain pokok maupun desain motif, jenis peralatan tersebut adalah pensil, spidol, penggaris, karet penghapus, jangka, routring, dan lain-lain.

(d) Alat-alat pertukangan seperti gergaji, schaap, meteran, kapak, siku-siku, dan lain-lain.

(e) Batu asah : untuk menajamkan peralatan baik pahat atau paralatan lainnya. Batu asah ada dua jenis yaitu batu asah kasar untuk memperbaiki mata pahat yang rusak mempercepat pengasahan, dan batu asah halus, untuk menyempurnakan ketajaman pahat.

 

B.     Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan dari bambu

a)      Gergaji

Gergaji merupakan alat yang banyak di gunakan untuk berbagai keperluan pertukangan berfungsi untuk memotong bambu ketika akan di jadikan bahan bahan.

b)      Parang/golok

Sama seperti gergaji, parang atau golok juga banyak kegunaannya terutama untuk membelah serta memotong bambu menjadi bentuk ukuran kecil

c)      Pisau raut

Bentuknya kecil ukurannya seperti pisau dapur hanya bentuknya seperti bulan sabit berfungsi untuk membelah dan memperhalus permukaan bambu sehingga menjadi halus dan bagus.

d)     Kuas

Untuk memoleskan lem perekat atau cat vernis pewarna untuk bambu

e)      Tang atau gegep

Untuk menjepit bambu atau mencabut paku ketika di perlukan

f)       Amplas

Untuk menghaluskan permukaan bambu

g)      Pahat atau tatah

Untuk membuat lubang pada permukaan bambu atau memotong bambu

h)      Batu Asahan atau gerinda

Untuk mengasah barbagai macam peralatan seperti pisau, golok, pahat dan sebagainya

i)        Bor tangan

Untuk melubangi bambu

j)        Palu

Untuk memukul bambu atau paku ketika pemasangan komponen atau bagian

k)      Kapak

Untuk memotong atau membelah bambu berukuran besar fungsinya hampir sama dengan golok.

 

 

 

C.    Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan dari Rotan

1)      Gergaji kayu untuk memotong bambu menjadi potongan-potongan sesuai ukuran yang dikehendaki,

2)      Parang untuk memotong bambu dan membersihkan cabang di setiap ruas bambu,

3)      Palu/pukul besi untuk memasang paku pada saat pengikatan menggunakan rotan tali,

4)      Tang digunakan pada saat pengikatan rangka bambu dengan rotan tali,

5)      Tatah untuk merapikan batang bagian dalam setelah dilakukan pemotongan dan membuat lobang untuk pembuatan engsel dan pasak,

6)      Bor kayu untuk membuat lobang. Penggunaan bor ini (satu-satunya mesin yang ada) agar bambu tidak mudah patah/retak pada saat membuat lobang,

7)      Meteran untuk membuat ukuran-ukuran sebelum batang bambu dipotong,

8)      Tatah ukir untuk membuat ornamen ukiran pada sandaran kursi dengan motif binatang, pemandangan atau bunga,

9)      Pisau raut untuk membersihkan kulit batang bambu yang telah dibuat ornament ukir sehingga motif ornamen atau ukiran akan terlihat lebih nyata,

10)  Kuas digunakan pada saat finshing mebel bambu untuk memberikan lapisan vernis atau melamin pada setiap permukaan mebel.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar